Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menuntaskan berbagai permasalahan ketenagakerjaan. Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D., ke Balai Latihan Kerja (BLK) Lahat, Sumatera Selatan, dalam rangka pembukaan pelatihan serta peninjauan sarana dan prasarana pelatihan.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan didampingi Direktur Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Darmawansyah, S.T., M.Si., serta disambut langsung oleh Bupati Lahat Bursah Zarnubi bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lahat Ir. Sri Meliyana Bursah. Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Lahat, anggota DPRD Kabupaten Lahat, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lahat.
Menaker meninjau secara langsung fasilitas pelatihan serta proses pembelajaran yang diikuti para peserta di BLK Lahat. Ia menegaskan bahwa BLK memiliki peran strategis sebagai instrumen negara dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurut Prof. Yassierli, Kemnaker saat ini mengarahkan kebijakan pelatihan vokasi agar lebih fokus, terukur, dan memberikan dampak nyata. Pendekatan tersebut dilakukan melalui pemusatan pendampingan dan dukungan pada sejumlah kabupaten/kota terpilih untuk dituntaskan secara komprehensif.
“Kami melihat Kabupaten Lahat memiliki potensi menjadi salah satu percontohan nasional dalam penuntasan permasalahan ketenagakerjaan berbasis daerah. Program Kemnaker pada dasarnya sudah lengkap, namun perlu difokuskan agar hasilnya optimal. Ke depan, kami akan mengawal pelatihan, bantuan, serta pengembangan SDM secara terintegrasi agar dapat berhasil dalam waktu satu hingga dua tahun,” ujar Menaker.
Ia menambahkan, keberhasilan daerah percontohan tersebut akan menjadi model replikasi bagi kabupaten/kota lain di Indonesia. Dengan demikian, kebijakan ketenagakerjaan tidak hanya menghasilkan program, tetapi juga memberikan dampak nyata berupa peningkatan kualitas tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja.
Menaker juga menekankan bahwa isu ketenagakerjaan merupakan agenda strategis nasional yang tidak terlepas dari visi besar pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, penguatan BLK dan pelatihan vokasi menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Lahat menyambut baik komitmen dan dukungan Kemnaker RI tersebut. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, inklusif, dan berdaya saing, khususnya di Kabupaten Lahat maupun secara nasional.

