Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, mengapresiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lahat bersama Tim Penggerak PKK yang telah menyelenggarakan Pelatihan Kain Tenun Perelung Khas Lahat sebagai upaya melestarikan warisan budaya daerah sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat.
Dalam sambutannya pada acara penutupan pelatihan, Widia Ningsih menegaskan bahwa Kain Tenun Perelung merupakan identitas budaya Kabupaten Lahat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Kain Tenun Perelung adalah warisan budaya yang tidak boleh hilang ditelan zaman. Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya mengenal kainnya, tetapi juga memahami cara pembuatannya sehingga dapat terus dilestarikan,” ujarnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat.
“Jangan berhenti sampai di pelatihan ini saja. Terapkan ilmu yang telah diperoleh, kembangkan menjadi usaha, dan jadikan sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Widia Ningsih.
Menurutnya, pelatihan tersebut perlu dilanjutkan secara berkelanjutan karena materi yang diberikan masih merupakan tahap dasar. Dengan pelatihan lanjutan, peserta diharapkan semakin mahir dan mampu menghasilkan produk tenun yang bernilai ekonomi tinggi.
“Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, saya berharap pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Lahat,” tutupnya.
Pelatihan Kain Tenun Perelung Khas Lahat diikuti oleh peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lahat dan didampingi oleh instruktur berpengalaman. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Lahat dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.







