Ketua TP-PKK Kabupaten Lahat sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Lahat, Ir. Sri Meliyana Bursah, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Administrasi Pendidikan PAUD dan Kesetaraan di Hotel Cendrawasih Lahat, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat tersebut berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026, dan diikuti sebanyak 45 peserta yang terdiri dari TP-PKK Kabupaten Lahat, Pokja Bunda PAUD, serta pengelola dan pendidik lembaga PAUD dan pendidikan kesetaraan.
Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan para pengelola serta pendidik dalam mengelola administrasi pendidikan, menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), serta memenuhi delapan Standar Nasional Pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan satuan pendidikan mampu membangun tata kelola yang lebih tertib, terarah, dan mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan.
Dalam laporan Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, H. Niel Aldrin, SE., M.AP., disampaikan bahwa peningkatan kapasitas pengelola dan pendidik menjadi bagian penting dalam mewujudkan satuan pendidikan yang berkualitas.
“Melalui Bimtek ini diharapkan kemampuan satuan pendidikan dalam menyusun perencanaan, melaksanakan program, melakukan evaluasi, serta menyusun tindak lanjut dapat semakin meningkat, sehingga terwujud tata kelola pendidikan yang tertib dan layanan pendidikan yang bermutu,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Sri Meliyana Bursah menegaskan bahwa administrasi pendidikan tidak boleh dipandang hanya sebagai sekumpulan dokumen yang harus dilengkapi. Lebih dari itu, administrasi merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang tertata dan berkualitas.
“Administrasi bukan hanya kumpulan dokumen, tetapi bagaimana membangun ekosistem satuan pendidikan,” tegas Sri Meliyana.
Menurutnya, administrasi yang tertata dengan baik akan memudahkan proses monitoring dan evaluasi sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan satuan pendidikan ke depan.
“Kalau administrasi PAUD benar, monitoringnya mudah, evaluasinya mudah, memajukannya juga cepat dan menolongnya gampang. Data peserta didik, pengelola, sarana dan prasarana harus diadministrasikan dengan baik,” katanya.
Sri Meliyana juga mendorong agar pengelolaan PAUD dilakukan secara holistik dan integratif dengan melibatkan berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah desa, lembaga PAUD, Bunda PAUD, orang tua, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain pendidikan anak usia dini, ia turut menekankan pentingnya keberadaan pendidikan kesetaraan melalui Program Paket A, Paket B, dan Paket C. Menurutnya, pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam memastikan setiap anak dan masyarakat tetap memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
“Jangan sampai ada satu anak pun yang tidak mendapatkan haknya untuk belajar,” ujarnya.
Ia berharap para peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan selama Bimtek, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengelolaan satuan pendidikan masing-masing. Dengan administrasi yang tertib, perencanaan yang baik, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Lahat diharapkan terus meningkat.
“Kita bersama-sama memperkuat pendidikan di Kabupaten Lahat, mulai dari PAUD hingga pendidikan kesetaraan,” pungkasnya.







