JAKARTA — Bupati Lahat, H. Bursah Zarnubi, S.E., menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kepala Daerah dalam Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pembangunan Rendah Karbon Berketahanan Iklim yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merespons tantangan perubahan iklim sekaligus mendorong pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi. Melalui forum tersebut, para kepala daerah memperoleh penguatan pemahaman mengenai kebijakan, regulasi, serta instrumen penerapan Nilai Ekonomi Karbon sebagai salah satu pendekatan dalam mendukung pengendalian emisi gas rumah kaca.

Nilai Ekonomi Karbon merupakan instrumen kebijakan yang memberikan nilai ekonomi terhadap emisi karbon, antara lain melalui mekanisme perdagangan karbon dan skema insentif berbasis kinerja lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku. Penerapannya di tingkat daerah berpotensi membuka peluang pengembangan ekonomi hijau, dengan dukungan tata kelola yang baik, perencanaan terintegrasi, serta pengukuran manfaat lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi Kabupaten Lahat, agenda pembangunan rendah karbon memiliki arti strategis. Potensi sumber daya alam dan aktivitas ekonomi di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, serta pertambangan menjadi modal pembangunan yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim menjadi aspek penting dalam menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

Bimtek tersebut juga menekankan pentingnya mengintegrasikan strategi pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Dengan pendekatan ini, upaya pengurangan emisi diharapkan menjadi bagian dari kebijakan pembangunan yang terarah, terukur, dan selaras dengan karakteristik serta potensi daerah.
Selain itu, identifikasi potensi ekonomi hijau menjadi langkah penting untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Pengelolaan lahan secara berkelanjutan, perlindungan ekosistem, efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta pengembangan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan merupakan sejumlah aspek yang dapat menjadi perhatian dalam mendukung transformasi pembangunan daerah.
Kehadiran Bupati Lahat, H. Bursah Zarnubi, S.E., dalam kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup ini mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang selaras dengan agenda pengendalian perubahan iklim.
Ke depan, pembekalan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Lahat dalam merumuskan langkah-langkah strategis, memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, serta membangun kolaborasi dengan dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengoptimalkan potensi ekonomi hijau.
Pembangunan rendah karbon bukan semata-mata tentang mengurangi emisi, melainkan juga tentang membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh, meningkatkan kualitas lingkungan, dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Melalui sinergi kebijakan dan perencanaan yang tepat, Kabupaten Lahat diharapkan mampu terus mendorong pembangunan yang berdaya saing, berwawasan lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lahat — Menata Kota, Membangun Desa






