Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Febrita Lustia Herman Deru didampingi Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih mengunjungi Gedung Dekranasda Kabupaten Lahat pada Rabu (20/05/2026), usai menghadiri Rapat Paripurna Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lahat ke-157.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lahat sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Lahat, Limra Naupan bersama jajaran TP PKK Kabupaten Lahat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan secara resmi membuka Pelatihan Menenun Kain Perelung yang diselenggarakan oleh Dekranasda Kabupaten Lahat. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lahat sebagai upaya menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Hj. Febrita Lustia Herman Deru menekankan pentingnya melestarikan kain tradisional daerah sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Menurutnya, kain Perelung memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Ia juga berharap pelatihan tersebut dapat menjadi awal tumbuhnya sentra-sentra penenun baru di Kabupaten Lahat. Selain menjaga kelestarian budaya, keberadaan desa penenun diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.
Sementara itu, Limra Naupan menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan menenun kain Perelung merupakan langkah nyata dalam menghidupkan kembali kerajinan tradisional khas Lahat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Menurutnya, selain sebagai bentuk pelestarian budaya leluhur, pengembangan kerajinan kain Perelung juga diharapkan mampu membuka peluang usaha dan membantu meningkatkan perekonomian keluarga masyarakat setempat.
Ia turut mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan kepada Dekranasda Kabupaten Lahat dalam mendorong kemajuan industri kerajinan daerah.
“Dukungan yang diberikan menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi budaya lokal agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Limra Naupan.







