Festival Seni Adat dan Tradisi 2026 serta Festival Anjungan Sumatera Selatan 2026 resmi ditutup di kawasan Anjungan Rumah Adat Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (25/6/2026). Penutupan festival tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan yang mempertemukan 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan dalam upaya mempromosikan kekayaan budaya, adat istiadat, serta potensi unggulan masing-masing daerah.
Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, diwakili oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lahat, Limra Naupan, S.T., M.T., bersama jajaran menghadiri acara penutupan tersebut sekaligus menerima penghargaan yang berhasil diraih Kabupaten Lahat.
Pada kesempatan itu, panitia menyerahkan berbagai penghargaan kepada peserta terbaik berdasarkan hasil penilaian dewan juri. Kabupaten Lahat berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Rumah Anjungan dengan Pelayanan Terbaik, sebuah kategori yang diberikan kepada daerah yang dinilai mampu menghadirkan pelayanan prima, informasi yang lengkap, serta keramahan dalam menyambut setiap pengunjung selama festival berlangsung.
Prestasi tersebut menjadi wujud apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim Kabupaten Lahat dalam mengelola Anjungan Lahat sebagai ruang promosi budaya dan potensi daerah. Melalui pelayanan yang profesional dan suasana yang nyaman, Anjungan Kabupaten Lahat berhasil menarik perhatian masyarakat serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengunjung.
Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Lahat untuk terus memperkenalkan kekayaan seni, budaya, tradisi, serta berbagai potensi unggulan daerah sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Lahat.
Festival Seni Adat dan Tradisi serta Festival Anjungan Sumatera Selatan diharapkan dapat terus menjadi wadah pelestarian warisan budaya sekaligus mempererat tali persaudaraan antar kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya lokal tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga semakin dikenal oleh masyarakat luas dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari identitas daerah.







