Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, didampingi Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH., MH., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait normalisasi sungai dan pengelolaan sampah di Kabupaten Lahat, Jumat (7/8/2026), bertempat di Gedung Pertemuan Pemerintah Kabupaten Lahat.
Rakor tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seluruh lurah, ketua RW, ketua RT se-Kecamatan Lahat, serta sejumlah undangan lainnya.
Rapat koordinasi ini menjadi tindak lanjut atas peninjauan langsung yang dilakukan Bupati Lahat bersama jajaran terkait pada 6 Agustus 2026 terhadap sejumlah aliran sungai di wilayah Kecamatan Lahat. Peninjauan meliputi Sungai Lahangan di Kelurahan Bandar Jaya, Sungai Apul Talang Jawa, serta Sungai Tua yang berada di wilayah Kelurahan RD PJKA dan Kelurahan Gunung Gajah.
Dalam arahannya, Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menyampaikan bahwa hasil peninjauan di lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani, salah satunya penyempitan aliran sungai akibat adanya bangunan yang berdiri di atas atau di sekitar badan sungai.
Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat kelancaran aliran air, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sehingga meningkatkan potensi terjadinya genangan dan banjir di sejumlah kawasan.
“Dari hasil peninjauan di lapangan, kita menemukan beberapa titik yang mengalami penyempitan saluran akibat bangunan yang berada di atas badan sungai. Ini harus menjadi perhatian bersama karena dapat menghambat aliran air dan berpotensi menyebabkan banjir ketika curah hujan tinggi,” ujar Bursah Zarnubi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lahat akan melakukan normalisasi sungai secara bertahap dengan melibatkan perangkat daerah terkait. Selain penanganan fisik, pemerintah daerah juga akan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui kegiatan kebersihan lingkungan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk menjaga kebersihan sungai, drainase, dan lingkungan permukiman.
“Gotong royong harus kita hidupkan kembali. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tetap lancar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diperlukan keterlibatan seluruh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH., MH., mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, lurah, ketua RW, ketua RT hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengambil peran dalam mengatasi persoalan banjir dan menjaga lingkungan.
“Mari kita bersama-sama, seluruh stakeholder dan masyarakat, bergotong royong mengatasi persoalan ini agar ketika curah hujan tinggi tidak lagi terjadi genangan air. Seluruh saluran drainase harus dijaga kebersihannya dan kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, karena sampah menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat aliran air dan memicu terjadinya banjir,” ujar Widia Ningsih.
Ia menambahkan, penanganan banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dari tingkat keluarga dan lingkungan tempat tinggal.
Melalui Rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Lahat berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan sungai dan pengelolaan sampah. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi banjir, menjaga kelestarian lingkungan, serta menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Lahat.







