Pemerintah Kabupaten Lahat terus mendorong terwujudnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, saat menerima audiensi Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Kabupaten Lahat di Rumah Dinas Bupati Lahat, Rabu malam (7/10/2026).
Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan yang dihadapi para pemulung, khususnya terkait akses pendidikan serta masa depan anak-anak pemulung di Kabupaten Lahat.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lahat Bursah Zarnubi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lahat H. Niel Aldrin, S.E., M.AP., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lahat Eti Listina, S.P., M.M., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perwakilan Dinas Sosial (Dinsos), serta Ketua IPI Lahat Tommy Sahara bersama jajaran pengurus.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam audiensi tersebut adalah rencana kolaborasi pemuda di bidang lingkungan dan pendidikan. Founder Rumah Belajar Inspirasi Gumay Talang, Rizky, menyampaikan rencana pendampingan belajar bagi anak-anak pemulung yang dinilai belum memperoleh akses pendidikan secara optimal.
Rencana tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Lahat. Bursah menilai kepedulian IPI, para relawan, dan pemuda terhadap kehidupan pemulung merupakan bagian penting dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ini besar rasa pedulinya sehingga muncul organisasi ini. Ini bagian dari konsekuensi pembangunan yang belum menghasilkan pemerataan. Karena itu, kepedulian seperti ini mesti kita komunikasikan,” ujar Bursah.
Menurut Bursah, pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu memastikan setiap masyarakat memperoleh kesempatan yang setara untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa anak-anak dari keluarga pemulung memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan mengembangkan potensi diri.
“Anak-anak pemulung harus mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan berkembang sebagai manusia,” tegasnya.
Bursah juga menekankan pentingnya pendidikan yang memanusiakan manusia. Menurutnya, latar belakang dan kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan bagi seseorang untuk memperoleh perlakuan yang berbeda dalam mendapatkan pendidikan.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, IPI, komunitas pemuda, relawan, serta berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga persoalan sosial dan pendidikan dapat ditangani secara bersama-sama.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.







